Table of Contents
ToggleTRAINING TRADE MARKETING
Training Pemasaran Perdagangan
Training Paradigma Baru Marketing Di Indonesia

OVERVIEW
Pada akhir-akhir ini kegiatan trade marketing tidak hanya populer dikalangan perusahaan multinasional, bahkan perusahaan lokal yang penjualannya berbasis pada rantai penjualan seperti Distributor/dealer, Whole seller ataupun retailer, sangat memperhatikan dan mengupayakan aplikasi program-program penjualan dan pemasarannya terintegrasi sehingga aplikasinya dapat maksimal. Kasus-kasus overlap seringkali terjadi ketika tidak adanya kegiatan trade marketing ini, departement marketing meluncurkan suatu program, dan departement sales juga meluncurkan suatu program, dimana program yang dilaksanakan tidak terintegrasi. Alhasil program yang berbiaya besar sama seperti menggarami lautan. Untuk mengurangi ha-hal seperti ini, Trade marketing sangat berperan menjadi penengah, seperti memberikan informasi kondisi praktek di lapangan sesungguhnya, melakukan pencatatan, advokasi bahkan pembuatan pelanning untuk kegiatan yang berhubungan dengan trade (Distributor, Whole seller, dan retailer) sampai produk dapat
diterima konsumen.
Oleh sebab itu, Trade Marketing kini identik dengan sekelompok orang yang mengerjakan pekerjaan yang tidak dikerjakan oleh team (consumer) marketing dan team sales. Bahkan di beberapa perusahaan, trade marketing menjadi sekumpulan orang yang tugasnya melakukan administrasi saja atas kegiatan team sales yang menggunakan anggaran promosi. Disebagian tempat, dengan mendirikan departemen dan merekrut seorang Trade Marketing Manager, perusahaan beranggapan mereka sudah menjalankan Trade Marketing. Yang paling parah, Trade Marketing diidentikan dengan trade promotion, jadi kalau ditanya seberapa penting trade marketing, jawabannya : sangat penting, oleh karena itulah kami memberikan trade discount.
Seringkali dikatakan berlangsungnya aktivitas trade marketing di suatu perusahaan merupakan suatu evolusi. Di tahap awal trade marketing hanya berfungsi adminstratif, mendata, mencatat kemudian melaporkan penggunaan dana promosi oleh team sales. Tahapan berikutnya, trade marketing mulai memberikan ‘advis’ berdasarkan pengetahuan dan informasi yang mereka miliki (retail audit, consumer study). Kemudian di tahapan lebih lanjut, trade marketing mulai dilibatkan dalam aktivitas planning karena kombinasi pengetahuan mereka mengenai channel dan produk yang sudah lebih mumpuni. Pada puncaknya, trade marketing sudah merupakan bagian tak terpisahkan dari strategi perusahaan karena ‘shopper proposition’ sama pentingnya dengan ‘consumer proposition’.
Dalam kerangka berpikir yang lebih luas, trade marketing yang sudah tahap visioner menjadi jembatan penting integrasi strategi supplier/manufacturer dengan retailer. Dimana dalam tahap itu hubungan manufacturer/supplier dengan retailer sudah berada pada tahap ‘business alliance’ (strategic development), jauh dari sekedar ‘transactional’ (traditional selling) yang sangat bersifat jangka pendek. Jadi amat pentingnya trade marketing khususnya bagi perusahaan yang mengandalkan rantai distribusi dalam memasarkan produk-produknya. Secara ringkas bahwa kehadiran trade marketing, marketing plan yang disusun bagian marketing akan diselidiki, dicatat, diinformasikan, diprogram ulang dan kemudian diluncurkan, dengan melihat berbagai aspek-aspek trade marketing yang tentunya dapat menunjang keberhasilan produk di pasar.
Materi Pelatihan
1. Trade Marketing Vs Consumer Marketing
2. Strategic components of Trade Marketing
* Definsisi trade marketing dan kapan trade marketing dibutuhkan
* Peran trade marketing dalam manajemen distribusi : baik distribusi bebas maupun base on Territory management
* Paradigma baru marketing di Indonesia
* Mengapa Trade Marketing sama pentingnya seperti consumer Marketing
* Memahami 7- Degrees of Strategic Trade marketing Excelllence
a . 8 Component of Trade marketing
* Key Account Management – Memahami KAM sebagai bagian dari trade marketing.
* Trade Promotion Management
* Trade & Visual Merchandising – 10 Merchandising strategy dan guna meningkatkan wholesale impact.
* Customer, Product & Sales Force Based Selling
* Self Force Segmentation
* Trade Distribution Management
* Inventory Management
* Trade sign ages
1. Sales Force Segmentation
2. Effective Operating Tool kits of trade marketing
8 Effective Operating tool kits
* Market Share
* Outlet Productivity
* Outlet share
* Shelf Space Share
* Sales Force Work Patern
* Frequency Order Share
* Sales Force Compensation system & Incentive scheme
* Sales Force Standard tool kit
4. Sell in & Sell out Gap
* Pergerakan baru aplikasi trade marketing : selling in Vs Selling out
* Perilaku konsumen dan implikasi bagi penyusunan trade marketing dan keputusan pembelian di dalam toko.
* Covensional Program
* Sell in – out Classic Gaps
Tujuan Pelatihan
1. Untuk memberikan pemahaman dan aplikasi trade marketing bagi praktisi yang bergerak dibidang produk yang menggunakan rantai distribusi.
2. Memberikan pemahaman arti pentingnya fokus dalam mencari informasi, mencatat, menginformasikan, mengelola informasi dan data hingga planning pemasaran dapat diaplikasikan.
3. Memberikan pengetahuan kapan pada saatnya perusahaan mulai membentuk KAM (Key Account Management) sebagai bagian trade marketing yang berkontribusi dalam peraihan penjualan sesuai dengan hukum pareto.
4. Memberikan pengetahuan mengenai 8 Component of Trade marketing, 8 Effective Operating tool kits, dan pergerakan baru aplikasi trade marketing : selling in Vs Selling out yang sangat berpengaruh dalam aktivitas trade marketing.
PEMBICARA
Drs. -, Msc
adalah instruktur dan konsultan independen pada berbagai Training Center, organisasi bisnis dan lembaga, antara lain pernah untuk BCA Group, Salim Group, Bank Tamara, Gajah Tunggal Group, Dharmala Group, Sampoerna Group, Tiga Raksa Group, Modern Group, Napan Group, Lippo Bank, BDNI, dan Bank Artha Graha. Ia memulai karirnya dengan bekerja di berbagai hotel internasional selama empat setengah tahun, bidang sales dan pariwisata selama dua tahun sebelum menjadi dosen di Universitas Terbuka selama enam tahun. Selain menjadi dosen, ia juga bertanggung jawab serta memimpin banyak satuan tugas untuk menyelesaikan berbagai tugas manajerial dan pengembangan dalam bidang penyelenggaraan pendidikan tinggi.
Tahun 1989, ia memulai bekerja di Divisi HRD dan Training Center BCA sebagai instruktur program-program manajemen dan pengembangan diri. Ia pernah menjadi Kepala Pelaksana Harian BCA Training Center selain menjadi Koordinator Program Pengembangan Manajemen. Ia juga telah berhasil menyusun, mengembangkan dan menyelenggarakan berbagai pelatihan untuk BCA Training Center.
Tahun 1993, ia memulai karir sebagai instruktur dan konsultan yang bekerja secara mandiri untuk berbagai organisasi bisnis dan lembaga. Hingga saat ini ia telah menyelesaikan dengan baik lebih dari seribu kali berbagai jenis program pelatihan dan konsultasi. Bambang mempunyai ijasah Master of Education dari Simon Fraser University Canada (1989), Sarjana Pendidikan dari Universitas Negeri Jakarta (1983), dan Diploma III Perhotelan (1978). Selain itu ia juga sangat berminat dan sering mengikuti berbagai seminar dan pelatihan yang berkaitan dengan manajemen umum, manajemen strategik, manajemen operasional, kepemimpinan, penjualan, pemasaran, UKM, dan pelayanan prima.
Jadwal Pelatihan Galeri Training training trade marketing terbaru :
- Batch 1 : 7 – 8 Januari 2026
- Batch 2 : 11 – 12 Februari 2026
- Batch 3 : 4 – 5 Maret 2026
- Batch 4 : 8 – 9 April 2026
- Batch 5 : 6 – 7 Mei 2026
- Batch 6 : 10 – 11 Juni 2026
- Batch 7 : 8 – 9 Juli 2026
- Batch 8 : 5 – 6 Agustus 2026
- Batch 9 : 9 – 10 September 2026
- Batch 10 : 14 – 15 Oktober 2026
- Batch 11 : 4 – 5 November 2026
- Batch 12 : 2 – 3 Desember 2026
Catatan : Jadwal dapat menyesuaikan dengan kebutuhan anda dengan catatan kuota peserta minimum 2 (dua) peserta terpenuhi.
Biaya dan Lokasi training pemasaran perdagangan terbaru :
Lokasi :
· Jakarta : Hotel Amaris Kemang, Amaris Tendean,Trinity Hotel, Ibis Budget.
· Bandung : Hotel Santika, Hay Hotel,Ibis Style, Novotel Hotel, Golden Flower Hotel, 1O1 Hotel, Grand Tjokro Hotel, Tune Hotel, Four Point by Sheraton Hotel .
· Yogyakarta : Hotel NEO+ Awana, Cordela Hotel,Ibis Style, Boutique Hotel, Cavinton Hotel, Mutiara Hotel, Dafam Malioboro Hotel, Prima Inn Hotel .
· Surabaya : Novotel Hotel, Ibis Center Hotel, HARRIS Hotel, Favehotel, Alana Hotel .
· Malang : Amaris Hotel, The 1O1 Hotel, Ibis Style Hotel, El Hotel, Whiz Prime Hotel .
· Bali : Ibis Kuta, Fontana Hotel, HARRIS Hotel & Conventions .
· Lombok : Favehotel, Novotel Lombok, D Praya Hotel .
Catatan : Biaya diatas belum termasuk akomodasi/penginapan.
Investasi training paradigma baru marketing di indonesia murah :
Investasi pelatihan selama tiga hari tersebut menyesuaikan dengan jumlah peserta (on call). *Please feel free to contact us.
Apabila perusahaan membutuhkan paket in house training, anggaran investasi pelatihan dapat menyesuaikan dengan anggaran perusahaan.
Fasilitas training 8 component of trade marketing murah :
1. FREE Airport pickup service (Gratis Antar jemput Hotel/Bandara)
2. FREE Akomodasi Peserta ke tempat pelatihan .
3. Module / Handout training pemasaran perdagangan terupdate .
4. FREE Flashdisk .
5. Sertifikat training trade marketing terupdate .
6. FREE Bag or bagpackers (Tas Training) .
7. Training Kit (Dokumentasi photo, Blocknote, ATK, etc) training paradigma baru marketing di indonesia terbaru .
8. 2xCoffe Break & 1 Lunch, Dinner.
9. Souvenir .




